📢 Relatizen Update!

Berita terbaru Cikarang & Bekasi hari ini.

Baca Sekarang

Harga Cabai Sempat Tembus Rp90 Ribu, Kini Mulai Stabil di Pasar Induk Cibitung

CIKARANGRELATE.com (Cibitung) – Setelah sempat melonjak tajam hingga menyentuh Rp90 ribu per kilogram, harga cabai merah di Pasar Induk Cibitung kini mulai menunjukkan tren stabil. Kenaikan signifikan yang terjadi hampir satu bulan terakhir itu dipicu lonjakan permintaan selama Ramadan serta terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi.

Staf Operasional Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani, Abdul Rahman, menyampaikan bahwa sebelum Ramadan harga cabai merah masih berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

“Memang untuk harga cabai merah sudah hampir satu bulan ini mengalami kenaikan dari sebelumnya di kisaran Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram, lalu melonjak hingga sempat menyentuh Rp90 ribu per kilogram di pasar,” ujarnya.

Namun, dalam dua hari terakhir harga mulai bergerak turun meski belum kembali ke posisi normal sebelum Ramadan. Ia menyebut distribusi yang mulai lancar serta tambahan pasokan dari daerah penghasil menjadi faktor penahan laju kenaikan.

“Kemarin harganya sempat di angka Rp80 ribu, Rp95 ribu bahkan Rp90 ribu untuk yang kualitas roket merah, tapi sekarang sudah turun lagi dan berada di kisaran Rp70 ribuan per kilogram,” katanya.

Cabai Keriting Lebih Terkendali

Berbeda dengan cabai merah, harga cabai keriting relatif lebih stabil. Meski sempat mengalami kenaikan, lonjakannya tidak setinggi cabai merah, terutama pada kualitas super yang banyak diminati selama Ramadan.

“Kalau cabai keriting relatif lebih standar, sempat naik juga tapi tidak setinggi cabai merah, untuk yang kualitas super bisa sampai Rp40 ribu dan sekarang sudah mulai turun kembali,” jelasnya.

Bawang Merah Ikut Naik di Awal Ramadan

Kenaikan harga juga sempat terjadi pada komoditas bawang merah. Abdul Rahman menyebut, beberapa hari setelah memasuki Ramadan, harga bawang merah naik akibat meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.

“Awal Ramadan bawang merah di kisaran Rp24 ribu per kilogram, lalu setelah dua sampai tiga hari puasa naik hingga menyentuh Rp30 ribuan, dan sekarang sudah mulai ada penurunan karena pasokan kembali normal,” ungkapnya.

Pasokan bawang merah saat ini berasal dari daerah sentra produksi seperti Brebes dan Pulau Madura. Kelancaran distribusi dari wilayah tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas harga di pasar induk maupun pengecer.

“Pasokan bawang itu dari Brebes dan Madura, jadi ketika kiriman lancar dan cuaca mendukung, harga di pasar juga bisa lebih stabil dan tidak terlalu tinggi seperti di awal puasa,” tuturnya.

Komoditas Lain dan Pengaruh Cuaca

Untuk komoditas lain seperti kol, harga di tingkat bandar berada di kisaran Rp6 ribu per kilogram. Sementara di tingkat pengecer, harga bisa mencapai Rp9 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram karena adanya biaya distribusi dan margin pedagang.

“Kalau kol dari bandar sekitar Rp6 ribuan, nanti di pengecer bisa Rp9 ribu atau Rp10 ribu karena ada biaya angkut dan keuntungan pedagang,” katanya.

Menurutnya, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama fluktuasi harga, terutama untuk komoditas yang ditanam di wilayah pegunungan. Intensitas hujan tinggi dapat memengaruhi hasil panen dan kualitas produksi.

“Kalau cuaca sering hujan di daerah pegunungan, hasil panen berkurang dan kualitasnya menurun sehingga harga di pasar ikut terdorong naik karena barang yang bagus jumlahnya terbatas,” jelasnya.

Secara umum, ia memastikan ketersediaan bahan pokok di Pasar Induk Cibitung dan Sukatani dalam kondisi aman, meskipun harga beberapa komoditas masih bergerak dinamis mengikuti mekanisme pasar selama Ramadan.

“Alhamdulillah untuk pasokan barang secara umum aman dan tersedia, hanya memang harga yang masih fluktuatif tergantung permintaan dan kondisi distribusi dari daerah penghasil,” ujarnya.

Menjelang Idulfitri, harga diperkirakan masih berpotensi mengalami penyesuaian, terutama jika kondisi cuaca membaik dan arus distribusi berjalan lancar.

“Insya Allah kalau cuaca terus membaik dan pasokan lancar, kemungkinan menjelang Idulfitri ada penurunan harga lagi sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama

Promosikan Bisnis Anda di Cikarang!

Jangkau pembaca lokal secara tepat sasaran melalui
cikarangrelate.com

Pasang Iklan Sekarang
Hubungi 0852-1376-9244

Dukung jurnalisme independen

Apresiasi spesial untuk penulis:

☕ Sawer Penulis