Pilkades digital digadang-gadang mampu memangkas waktu penghitungan suara dan meminimalkan kesalahan manual. Dengan sistem berbasis perangkat elektronik di Tempat Pemungutan Suara (TPS), hasil pemilihan dapat diketahui lebih cepat dibanding metode konvensional yang selama ini digunakan.
Namun, efisiensi di tahap akhir itu dinilai tidak
serta-merta menghapus persoalan di tahap awal. Pelatihan petugas, sosialisasi
kepada warga, hingga peningkatan literasi digital di tingkat desa justru
memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
“Kalau penghitungan memang cepat, tapi persiapannya panjang
dan mahal, ini perlu dikaji ulang. Jangan sampai desa dipaksa menyesuaikan
teknologi yang belum siap,” ujar Jamal.
Kekhawatiran lain muncul terkait pengadaan perangkat dan
sistem digital. Dalam setiap proyek berbasis teknologi, risiko pembengkakan
anggaran dan ketergantungan pada pihak ketiga selalu menjadi sorotan publik.
Meski tidak ada bukti langsung praktik korupsi, masyarakat menilai transparansi
dan pengawasan harus diperketat agar kepercayaan publik tidak tergerus.
Pemerintah sendiri menegaskan bahwa Pilkades digital bukan
dimaksudkan untuk menggantikan peran masyarakat, melainkan memperkuat tata
kelola demokrasi desa agar lebih modern dan akuntabel. Pelatihan disebut
sebagai investasi jangka panjang, bukan pemborosan, karena sistem dan sumber
daya manusia dapat digunakan kembali pada pemilihan berikutnya.
Pengamat kebijakan publik menilai, keberhasilan Pilkades
digital tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan oleh kesiapan
sosial dan tata kelola. Tanpa edukasi yang merata dan sistem cadangan yang
jelas, digitalisasi justru berpotensi memicu konflik baru di tingkat desa.
Di tengah ambisi modernisasi, Pilkades digital di Kabupaten
Bekasi kini berada di persimpangan: menjadi contoh kemajuan demokrasi desa,
atau justru menambah beban baru bagi masyarakat. Publik pun menunggu, apakah
inovasi ini benar-benar berpihak pada efisiensi dan keadilan, atau hanya
menjadi proyek teknologi yang belum sepenuhnya siap diterapkan.
.png)