📢 Relatizen Update!

Berita terbaru Cikarang & Bekasi hari ini.

Baca Sekarang

Bocah Penggembala Sapi Selamatkan Ratusan Penumpang Kereta, Kisah Ahmad Taufik di Lemah Abang 8 Januari 2001

CIKARANGRELATE.com (Cikarang Timur) – Peristiwa penemuan tiga granat aktif di rel kereta api Lemah Abang pada 8 Januari 2001 menjadi salah satu momen bersejarah di Cikarang. Di balik gagalnya dugaan aksi sabotase tersebut, terdapat sosok remaja 15 tahun bernama Ahmad Taufik, yang saat itu masih duduk di bangku kelas 3 SMP.


Taufik, yang akrab disapa Opik, kala itu tengah menggembala sapi sepulang sekolah di sekitar perlintasan rel kereta api Lemah Abang, Kabupaten Bekasi. Aktivitas yang sudah menjadi rutinitasnya itu justru membawanya pada temuan yang mengejutkan.


Bermula dari Kawat Tersangkut di Kaki Sapi

Menurut penuturan Taufik, ia melihat kawat melintang di sekitar rel dan tersangkut di kaki salah satu sapinya. Saat mencoba melepaskannya, ia menelusuri kawat tersebut dan menemukan tiga benda mencurigakan yang diduga granat aktif terpasang di antara rel kereta api jalur Lemah Abang–Bekasi.


Tanpa berpikir panjang, Taufik berlari menuju pos penjaga perlintasan untuk melaporkan temuannya. Laporan itu segera ditindaklanjuti petugas dengan menghentikan sementara aktivitas di jalur tersebut.


Tak lama kemudian, sebuah kereta api dilaporkan akan melintas. Warga bersama petugas sigap memberikan tanda darurat agar masinis menghentikan laju kereta. Situasi sempat menegangkan sebelum akhirnya tim penjinak bom (Gegana) tiba di lokasi dan mengamankan tiga granat tersebut.


Taufik sendiri sempat mengalami syok dan tak sadarkan diri akibat ketegangan peristiwa tersebut, sebelum kemudian mendapat perawatan medis.


Mendapat Apresiasi Nasional

Keberanian remaja penggembala sapi itu segera menjadi perhatian publik nasional. Ahmad Taufik dipanggil ke Istana Negara dan menerima penghargaan langsung dari Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Penghargaan juga datang dari Wakil Presiden saat itu, Megawati Soekarnoputri, serta sejumlah pejabat daerah dan kementerian.


Selain menerima beasiswa pendidikan, Taufik juga mendapat berbagai bentuk apresiasi, termasuk kesempatan menjalankan ibadah umrah pada tahun yang sama.


Dua Dekade Berlalu

Lebih dari dua dekade setelah peristiwa tersebut, kehidupan Taufik kembali sederhana. Ia kini bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu perumahan di Cikarang.

 

Meski tak lagi menjadi sorotan media, kisah keberanian Ahmad Taufik tetap dikenang sebagai contoh nyata kepedulian seorang remaja yang berhasil mencegah potensi tragedi besar dan menyelamatkan banyak nyawa.

 

Peristiwa Lemah Abang 8 Januari 2001 menjadi pengingat bahwa tindakan cepat, keberanian, dan rasa tanggung jawab, sekecil apa pun perannya, dapat membawa dampak besar bagi keselamatan banyak orang.

 

Lebih baru Lebih lama

Promosikan Bisnis Anda di Cikarang!

Jangkau pembaca lokal secara tepat sasaran melalui
cikarangrelate.com

Pasang Iklan Sekarang
Hubungi 0852-1376-9244

Dukung jurnalisme independen

Apresiasi spesial untuk penulis:

☕ Sawer Penulis