CIKARANGRELATE.com (Cikarang Timur) – Peristiwa penemuan tiga granat aktif di rel kereta api Lemah Abang pada 8 Januari 2001 menjadi salah satu momen bersejarah di Cikarang. Di balik gagalnya dugaan aksi sabotase tersebut, terdapat sosok remaja 15 tahun bernama Ahmad Taufik, yang saat itu masih duduk di bangku kelas 3 SMP.
Taufik, yang akrab disapa Opik, kala itu tengah menggembala sapi sepulang sekolah di sekitar perlintasan rel kereta api Lemah Abang, Kabupaten Bekasi. Aktivitas yang sudah menjadi rutinitasnya itu justru membawanya pada temuan yang mengejutkan.
Bermula dari Kawat Tersangkut di Kaki Sapi
Menurut penuturan Taufik, ia melihat kawat melintang di
sekitar rel dan tersangkut di kaki salah satu sapinya. Saat mencoba
melepaskannya, ia menelusuri kawat tersebut dan menemukan tiga benda
mencurigakan yang diduga granat aktif terpasang di antara rel kereta api jalur
Lemah Abang–Bekasi.
Tanpa berpikir panjang, Taufik berlari menuju pos penjaga perlintasan untuk melaporkan temuannya. Laporan itu segera ditindaklanjuti petugas dengan menghentikan sementara aktivitas di jalur tersebut.
Tak lama kemudian, sebuah kereta api dilaporkan akan melintas. Warga bersama petugas sigap memberikan tanda darurat agar masinis menghentikan laju kereta. Situasi sempat menegangkan sebelum akhirnya tim penjinak bom (Gegana) tiba di lokasi dan mengamankan tiga granat tersebut.
Taufik sendiri sempat mengalami syok dan tak sadarkan diri akibat ketegangan peristiwa tersebut, sebelum kemudian mendapat perawatan medis.
Mendapat Apresiasi Nasional
Keberanian remaja penggembala sapi itu segera menjadi
perhatian publik nasional. Ahmad Taufik dipanggil ke Istana Negara dan menerima
penghargaan langsung dari Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Penghargaan juga datang dari Wakil Presiden saat itu, Megawati Soekarnoputri,
serta sejumlah pejabat daerah dan kementerian.
Selain menerima beasiswa pendidikan, Taufik juga mendapat berbagai bentuk apresiasi, termasuk kesempatan menjalankan ibadah umrah pada tahun yang sama.
Dua Dekade Berlalu
Lebih dari dua dekade setelah peristiwa tersebut, kehidupan
Taufik kembali sederhana. Ia kini bekerja sebagai petugas keamanan di salah
satu perumahan di Cikarang.
Meski tak lagi menjadi sorotan media, kisah keberanian Ahmad
Taufik tetap dikenang sebagai contoh nyata kepedulian seorang remaja yang
berhasil mencegah potensi tragedi besar dan menyelamatkan banyak nyawa.
Peristiwa Lemah Abang 8 Januari 2001 menjadi pengingat bahwa
tindakan cepat, keberanian, dan rasa tanggung jawab, sekecil apa pun perannya,
dapat membawa dampak besar bagi keselamatan banyak orang.
.png)