📢 Relatizen Update!

Berita terbaru Cikarang & Bekasi hari ini.

Baca Sekarang

Biaji Rengginang Khas Cikarang Laris Manis di Ramadhan 2026, Permintaan Meningkat Hingga Menjelang Idul Fitri

CIKARANGRELATE.com (Kedungwaringin) – Memasuki pertengahan Ramadhan 2026, geliat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Cikarang menunjukkan tren positif. Salah satu yang menonjol adalah Biaji Rengginang, camilan tradisional khas Cikarang yang dilaporkan mengalami lonjakan permintaan signifikan sejak awal puasa dan diprediksi terus meningkat hingga menjelang Idul Fitri 2026.

Produk berbahan dasar beras ketan ini tidak hanya menjadi pilihan untuk berbuka puasa, tetapi juga banyak dipesan sebagai suguhan tamu serta isi hampers lebaran.

Owner Biaji Rengginang, Raka Masduki, mengatakan bahwa bulan Ramadhan merupakan periode paling sibuk dalam siklus produksi tahunan usahanya.

“Sejak pekan pertama Ramadhan 2026, pesanan sudah meningkat tajam. Biasanya tren ini terus naik hingga mendekati Idul Fitri,” ujarnya saat ditemui di lokasi produksi.

Lonjakan Permintaan Selama Ramadhan

Raka menjelaskan, peningkatan pesanan datang dari berbagai segmen pasar. Tidak hanya pembelian eceran untuk konsumsi keluarga, tetapi juga pesanan dalam jumlah besar dari pelanggan yang mempersiapkan paket lebaran.

Beberapa faktor yang mendorong kenaikan penjualan antara lain:

  • Tradisi menyediakan camilan saat berbuka puasa
  • Kebutuhan suguhan tamu di Hari Raya
  • Tren hampers lebaran yang semakin populer
  • Meningkatnya kesadaran mendukung produk UMKM local

 

“Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini lebih ramai dibanding tahun sebelumnya. Kami bahkan harus menambah jam produksi agar stok tetap tersedia,” tambah Raka.

Dari Dapur Rumahan ke Brand Rengginang Premium

Awal Berdiri

Biaji Rengginang berawal dari usaha rumahan keluarga yang mempertahankan resep turun-temurun. Proses produksinya masih menjaga metode tradisional:

  1. Beras ketan pilihan dikukus hingga matang
  2. Dibentuk secara manual
  3. Dijemur hingga benar-benar kering
  4. Digoreng hingga mengembang sempurna dan renyah

 

Konsistensi rasa gurih dan tekstur yang renyah menjadi ciri khas yang membedakan produk ini dari rengginang lainnya.

Seiring perkembangan waktu, usaha tersebut mulai bertransformasi menjadi lebih profesional dengan kemasan modern dan standar produksi yang lebih tertata.

Sejarah Nama “Biaji”

Nama “Biaji” memiliki nilai emosional dan filosofis. Menurut Raka Masduki, nama tersebut berasal dari panggilan akrab dalam keluarga yang mencerminkan sosok orang tua yang dihormati dan menjadi inspirasi berdirinya usaha ini.

“Biaji” merepresentasikan:

  • Nilai kekeluargaan
  • Warisan resep tradisional
  • Doa dan harapan keberkahan usaha
  • Identitas lokal Cikarang

Pemilihan nama ini menjadi simbol bahwa produk tersebut lahir dari tradisi keluarga dan dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Strategi Digital Dongkrak Penjualan

Di tengah persaingan industri makanan ringan, Raka Masduki mengadopsi strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Ia memanfaatkan media sosial, marketplace, serta optimalisasi pencarian Google agar produk lebih mudah ditemukan konsumen.

Langkah tersebut terbukti efektif, terutama di momentum Ramadhan 2026, di mana permintaan online meningkat signifikan.

“Sekarang pembeli tidak hanya dari Cikarang atau Bekasi, tapi juga dari luar daerah. Banyak yang pesan untuk dikirim sebagai hampers,” jelasnya.


Rengginang dan Tradisi Lebaran

Di Jawa Barat, rengginang telah lama menjadi bagian dari tradisi Hari Raya. Camilan ini hampir selalu hadir di meja tamu saat Idul Fitri.

Varian rasa yang ditawarkan Biaji Rengginang—mulai dari original, udang, balado hingga terasi—memberikan pilihan sesuai selera konsumen. Kemasan toples premium juga membuatnya cocok sebagai hadiah atau bingkisan.

Dengan meningkatnya kebutuhan menjelang Idul Fitri 2026, Biaji Rengginang optimistis dapat terus mempertahankan tren positif hingga akhir bulan suci.


Harapan dan Target Ke Depan

Raka Masduki berharap, momentum Ramadhan tahun ini menjadi pijakan untuk memperluas distribusi dan memperkuat brand sebagai salah satu camilan khas Cikarang yang dikenal luas.

“Kami ingin Biaji Rengginang menjadi ikon oleh-oleh khas Cikarang yang tidak hanya dikenal saat Ramadhan, tetapi sepanjang tahun,” tutupnya.

Ramadhan 2026 membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM di Cikarang. Lonjakan permintaan terhadap Biaji Rengginang menunjukkan bahwa camilan tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Dengan perpaduan nilai tradisi, kualitas produk, serta strategi pemasaran modern, Biaji Rengginang berhasil menempatkan diri sebagai salah satu produk unggulan yang laris manis hingga menjelang Idul Fitri 2026.

Lebih baru Lebih lama

Promosikan Bisnis Anda di Cikarang!

Jangkau pembaca lokal secara tepat sasaran melalui
cikarangrelate.com

Pasang Iklan Sekarang
Hubungi 0852-1376-9244

Dukung jurnalisme independen

Apresiasi spesial untuk penulis:

☕ Sawer Penulis