📢 Relatizen Update!

Berita terbaru Cikarang & Bekasi hari ini.

Baca Sekarang

Kawasan Industri Raksasa, Tapi Banjir Masih Jadi Agenda Tahunan


CIKARANGRELATE.com (Cikarang) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi sejak dini hari, Sabtu (22/2/2026), kembali membuat sejumlah kawasan Cikarang terendam banjir. Di beberapa titik, air dilaporkan mencapai ketinggian hingga 1,7 meter. Wilayah Cikarang Utara menjadi salah satu yang terdampak paling parah.

Air mulai masuk ke rumah-rumah warga sekitar pukul 03.00 WIB. Banyak warga yang terbangun saat air sudah setinggi lutut. Perabotan rumah tangga tak sempat diselamatkan, sementara kendaraan terpaksa dipindahkan seadanya ke lokasi yang lebih tinggi.

“Setiap hujan deras pasti begini. Sudah capek, tapi mau bagaimana lagi,” ujar Rudi (38), warga salah satu perumahan terdampak.

Data sementara menyebutkan puluhan titik di Cikarang terendam. Selain permukiman, sejumlah ruas jalan utama dan akses menuju kawasan industri juga dilaporkan tergenang. Arus lalu lintas sempat tersendat akibat kendaraan mogok dan genangan yang sulit ditembus.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bersama aparat gabungan melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet. Lansia, anak-anak, serta ibu hamil menjadi prioritas. Posko darurat mulai didirikan untuk menampung warga yang memilih mengungsi.

Namun di tengah proses evakuasi, muncul pertanyaan lama yang kembali mengemuka: sampai kapan banjir menjadi rutinitas musiman di Cikarang?

Wilayah yang dikenal sebagai pusat kawasan industri nasional ini terus berkembang pesat. Perumahan dan pabrik bertambah, tetapi sistem drainase dan tata kelola air dinilai belum sepenuhnya mampu mengimbangi laju pembangunan.

Sejumlah warga berharap ada solusi jangka panjang, bukan sekadar penanganan saat air sudah menggenang. Normalisasi saluran air, pengawasan tata ruang, serta penataan kawasan resapan dinilai menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Hingga berita ini diturunkan, genangan di beberapa titik masih belum surut sepenuhnya meski hujan mulai mereda. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.

Bagi masyarakat Cikarang, banjir bukan hanya tentang air yang menggenang. Ini tentang aktivitas yang terhenti, pekerjaan yang tertunda, dan harapan akan perubahan yang tak kunjung datang.
Lebih baru Lebih lama

Promosikan Bisnis Anda di Cikarang!

Jangkau pembaca lokal secara tepat sasaran melalui
cikarangrelate.com

Pasang Iklan Sekarang
Hubungi 0852-1376-9244

Dukung jurnalisme independen

Apresiasi spesial untuk penulis:

☕ Sawer Penulis