CIKARANGRELATE.com (Cikarang) – Aksi sekelompok remaja yang diduga melakukan konvoi untuk mencari kelompok lain di Jalan Raya Pantura, wilayah Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, memicu keresahan masyarakat. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Sabtu dini hari, 21 Februari 2026.
Keresahan warga bermula dari beredarnya video di media
sosial yang memperlihatkan sejumlah remaja berkonvoi di jalur
Karawang–Cikarang. Video itu diduga diunggah oleh akun Instagram @pasanggrahanofdanger15_
dan dengan cepat menyebar ke berbagai grup percakapan warga.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat sekelompok remaja
melintas secara bergerombol di jalan raya pada waktu dini hari. Warga menduga
aksi tersebut berkaitan dengan aktivitas mencari kelompok lain yang berpotensi
berujung tawuran.
“Ramadhan harusnya jadi momen yang tenang dan penuh ibadah.
Kami khawatir kalau konvoi seperti ini bisa memicu bentrokan,” ujar Syahril,
salah seorang warga setempat.
Jalur Pantura Kedungwaringin sendiri merupakan salah satu
akses utama yang kerap dilalui kendaraan logistik maupun pengguna jalan
antarkota. Aktivitas konvoi di waktu rawan dinilai dapat membahayakan
keselamatan pengguna jalan lainnya.
Menanggapi laporan masyarakat, jajaran Polsek
Kedungwaringin bergerak cepat melakukan penelusuran dan langkah
antisipatif. Aparat disebut langsung melakukan patroli serta penindakan
terhadap remaja yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Langkah sigap kepolisian mendapat apresiasi dari tokoh
masyarakat dan aparatur Desa Karangsambung. Salah satu tokoh masyarakat
setempat, Mang Ondih, menyampaikan penghargaan atas respons cepat aparat dalam
meredam potensi gangguan kamtibmas.
“Kami mengapresiasi kinerja Polsek yang cepat menanggapi
keluhan warga. Ini membuat masyarakat merasa lebih tenang,” ujarnya.
Fenomena tawuran remaja, terutama pada bulan Ramadhan,
menjadi perhatian berbagai pihak. Selain berpotensi mengganggu ketertiban umum,
dokumentasi dan publikasi aksi semacam itu di media sosial dinilai dapat memicu
konflik lanjutan sekaligus memberi contoh negatif bagi remaja lain.
Pengamat sosial menilai pencegahan harus dilakukan secara
menyeluruh, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga pembinaan karakter
di lingkungan keluarga, sekolah, serta pengawasan aktivitas digital remaja.
Masyarakat berharap patroli rutin dan pengawasan di
titik-titik rawan terus ditingkatkan selama bulan Ramadhan guna menjaga situasi
tetap kondusif.
.png)