Peristiwa kebakaran yang menghanguskan lapak Madura dan area penyimpanan kayu tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang meningkat selama musim kemarau.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Pontas Fredric August Maruhum, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 17.20 WIB. Setelah menerima informasi, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Dalam proses pemadaman, Disdamkarmat Kabupaten Bekasi mengerahkan delapan unit armada. Selain itu, bantuan juga datang dari unsur TNI serta Damkar Kabupaten Karawang yang masing-masing mengirimkan satu unit armada, sehingga total terdapat 10 armada yang diterjunkan ke lokasi kejadian.
"Dalam penanganan kebakaran ini kami juga mendapat dukungan satu unit armada dari TNI dan satu unit armada dari Damkar Kabupaten Karawang, sehingga total terdapat 10 armada yang diterjunkan ke lokasi," ujar Pontas saat ditemui di Kantor Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Kecamatan Cibitung, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, area yang terbakar mencapai sekitar 1.200 meter persegi. Selain menimbulkan kerugian material, kejadian tersebut juga menyebabkan satu orang mengalami luka bakar ringan.
Berkat respons cepat petugas dan koordinasi seluruh personel di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke area lain yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Seluruh proses pemadaman dan pendinginan akhirnya selesai sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.
Seiring memasuki musim kemarau, Disdamkarmat Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan, serta memastikan instalasi listrik dan penggunaan kompor dalam kondisi aman.
Selain itu, bahan-bahan yang mudah terbakar juga diharapkan tidak diletakkan dekat dengan sumber panas guna mengurangi risiko terjadinya kebakaran.
Disdamkarmat Kabupaten Bekasi juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Sementara itu, terkait jumlah kejadian kebakaran selama musim kemarau tahun ini, pihak Disdamkarmat menyampaikan bahwa data masih mengacu pada rekapitulasi resmi yang terus diperbarui sesuai perkembangan laporan yang masuk dari lapangan.
