CIKARANGRELATE.COM | KOTAWARINGIN BARAT — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kalimantan Tengah. Di Kabupaten Kotawaringin Barat, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai 2.887,68 hektare selama periode 1 Januari hingga 12 Oktober 2026.
Besarnya luasan lahan yang terbakar menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi tantangan serius dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Kebakaran tidak hanya mengakibatkan kerusakan vegetasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas sehari-hari, serta keberlangsungan habitat satwa liar.
Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan dapat menurunkan kualitas udara. Kondisi tersebut berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Selain itu, kerusakan kawasan hutan akibat kebakaran dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengancam berbagai jenis flora serta fauna yang bergantung pada kawasan tersebut sebagai habitat alami.
Penanganan karhutla memerlukan upaya berkelanjutan, mulai dari pemantauan titik api, pemadaman kebakaran, hingga pencegahan agar api tidak meluas ke kawasan lainnya. Peran petugas di lapangan juga perlu didukung oleh partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Masyarakat diimbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas terkait agar dapat ditangani sedini mungkin.
Upaya pencegahan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang lebih luas. Kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan diharapkan dapat membantu melindungi kawasan hutan sekaligus meminimalkan dampak karhutla terhadap kehidupan masyarakat.
Sumber: Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, 13 Oktober 2026.
